Berbagai Macam Pelanggaran Dalam Tenis Lapangan

Servis tenis lapangan
Peraturan tenis berubah sedikit sejak 1890-an. Dua perubahan kecil adalah sejak 1908 hingga 1961 pemain yang melakukan service (pukulan pertama) harus menjaga salah satu kakinya tetap di tanah hingga service berpindah dan adopsi sistem tie-break pada 1970-an. Tambahan terakhir yang diterapkan pada tenis profesional adalah teknologi tinjauan ulang elektronik. Terdapat banyak peraturan yang berhubungan dengan pelanggaran-pelanggaran tenis,  mulai dari servis hingga letak kaki yang salah, semua pelanggaran ini dapat mengakhiri pertandingan pemain banyak membuat poin. Berikut ini diantaranya:


Fakta
  • Bola hanya dapat memantul pada setiap sisi lapangan hanya sekali. Kegagalan saat memukul bola sebelum bola menyentuh lapangan kedua kalinya dapat menghasilkan poin bagi lawan.
  • Ketika bermain single, lorong-lorong ganda disisi lapangan adalah batas keluar, dan memukul bola pada batas-batas ini atau di luar baseline menghasilkan poin untuk pemain lawan.
  • Ketika volleying di depan net, poin diberikan kepada pemain yang berlawanan jika raketnya menyentuh net.

Pelanggaran saat Service

Pelanggaran pada saat servis salah satunya ketika melakukan servis bola di luar kotak servis lawan dan menghasilkan fault, yang merupakan tindakan peringatan bagi pemain yang melakukan servis. Ketika terjadi kesalahan kedua selama servis individual maka secara otomatis diberikan poin ke lawan.

Pelanggaran kaki adalah kesalahan kaki yang diberikan ketika pemain mengambil langkah-langkah servis melebihi atau kedalam garis lapangan tenis. Kesalahan kaki ini dapat menyebabkan pemain lawan menerima poin.


Kebijakan Wasit

Dalam pertandingan yang dihadiri Wasit adalah suatu kebijaksanaan penuh dari wasit atau wasit ofisial yang ada untuk menyatakan pelanggaran jika dirasa cocok. Meskipun biasanya peringatan, poin, model standar diikuti, wasit dapat melewati beberapa prosedur dan langsung menyatakan default, seperti yang terjadi dalam pertandingan Agassi Andre pada tahun 1996.


Pelanggaran Perilaku

Pelanggaran perilaku adalah membuat perilaku yang tidak diinginkan saat bermain seperti melempar raket, memukul bola setelah permainan telah berhenti, menggumamkan kata-kata kotor atau melakukan gerakan tidak pantas ini sangat dilarang oleh wasit. Wasit kursi berhak untuk mengeluarkan peringatan untuk kegiatan tersebut. Ketika melakukan pelanggaran kedua sering menyebabkan pemain lawan diberi poin, sementara pelanggaran ketiga dapat menyebabkan default.

Contoh ekstrim pelanggaran perilaku terjadi di bulan Agustus 2008 di sebuah di Piala Champions Hall of Fame ke 30-an. John McEnroe mengucapkan kata-kata kotor dan diperingatkan oleh wasit. McEnroe kemudian secara verbal menyerang tim ofisial dan diganjar dua pelanggaran oleh tim ofisial. Meskipun demikian, McEnroe melanjutkan permainan ketika penonton mulai mendesaknya untuk melanjutkan permainan.


Pelanggaran saat overhead

Ketika bermain di depan net, melakukan overhead dapat mengakibatkan raket pemain menyentuh jaring, yang dianggap sebagai pelanggaran. Daripada mencoba overhead, akan lebih bagus memilih untuk melakukan drop shot. Tembakan ini akan meminimalisir pelanggaran dan meningkatkan kemungkinan membuat lawan lengah, yang dapat menghasilkan poin untuk anda.

Sumber: Mitra Olahraga

Aturan lainnya: