Sejarah Permainan Bridge di Dunia

kartu bridge
Dalam The Official Encyclopedia of Bridge (edisi kelima) disebutkan bahwa bridge telah dimainkan di Cairo sebelum tahun 1886. Nama bridge kemudian menjadi terkenal di Perancis dengan nama 'khedive', gelar resmi raja muda Turki. Asal usulnya adalah Turki atau Rusia diduga bahwa perwira Inggris mengenal permainan ini saat perang Turki-Rusia (1877-78).

Namanya di ambil dari kata Turki 'biritch'. ada lagi yang mengatakan bahwa permainan ini di namakan menurut Galata Bridge (Jembatan Galata). jembatan terkenal yang menyeberangi Golden Horn, pelabuhan Instanbul. Di seberang jembatan ini terletak di kedai kopi, para serdadu inggris dikatakan bermain bridge di tempat ini saat perang Krim (1853-56).

Konon, permainan Bridge pertama kali dimainkan pada tanggal 1 Nopember 1925 diatas kapal uap 'Finland' dalam perjalananya dari San Fransisco ke New York. Atas permintaan Harold Vanderbilt mereka menguji tabel skor yang dirancangnya. Seorang penumpang wanita menambahkan pengertian 'bahaya' (vulnerable) yang diambilnya dari permainan kartu dari timur yang dimainkannya di Cina, dan lahirlah 'contract bridge'. Kejuaraan pertama dipertandingkan pada tahun 1928 dan bagi Vanderbilt merupakan sesuatu kehormatan bahwa tabel yang dirancangnya itu, masih tetap digunakan dengan sedikit penyesuaian.

Seorang warga Amerika bernama Ely Culbertson mempopulerkan bridge secara luar biasa. ia mengembangkan suatu sistem yang hingga kini masih dimainkan. Bukuuku birunya (1930) dan kemudian buku emasnya menjadi bestseller dengan penjualan yang mencapai jutaan eksemplar.
keroyalannya merupakan merek dagangnya. ia membeli dasinya di roma dan menghisap ro0k0k merek pribadinya seharga tujuh dolar sehari. Apabila kepadanya ditanyakan melalui telepon : berapakah lima down di double dalam keadaan bahaya? maka ia menjawab dengan : 'Tunggu sebentar, saya akan menyambungnya dengan bagian down'. sesaat lagi ia akan mengangkat telepon dan memberi jawabannya.

Pada tahun 1958 Federasi Bridge Dunia (WBF) didirikan dan di bawah perlindungan First Bridge Olympic pada tahun 1962. Amerika mendominasi turnamen Bridge tersebut, sampai tahun 1957 ketika pemain Italia mulai mencetak kemenangan yang luar biasa, mengambil sepuluh kemenangan berturut-turut kejuaraan dunia Bermuda Bowl. Tetapi Amerika akhirnya mengalahkan mereka pada tahun 1970. Ini adalah peristiwa penting, karena tim Amerika adalah salah satu pemain profesional pertama dalam sejarah Bridge.


Bridge di Indonesia

Hingga saat ibni belum ada data yang akurat menegenai kapan permainan Bridge masuk ke Indonesia. Namun bisa dipastikan bahwa sekitar pasca tahun 1800-an, permainan Bridge mulai terbawa oleh bangsa Eropa, atau tepatnya Belanda, yang saat itu menjajah indonesia. Dengan demikian usia permainan ini di Indonesia sudah cukup lama. Walaupun pada awalnya hanya di kalangan yang sangat terbatas.

Kehadiran Bridge yang merupakan alur budaya internasional, memiliki daya tarik dan pesona tersendiri. Terutama bagi mereka yang senang menghadapi tantangan rasio dan olah pikir. Bagaimana seseorang pemain harus berangkat dari potensi nyata kartu yang dipegangnya ditambah dengan point dari kartu partner untuk memperkirakan suatu kontrak dan mengolah trik demi trik secara sabar, tekun, cermat, disertai konsentrasi dan ketabahan yang berkesinambungan agar kontrak terpenuhi.
Prinsip kerja keras, cerdas, cepat dan purna dengan sikap "do it now and do it right" akan menjadi prilaku keseharian bagi pemain bridge yang berhasil mengadaptasi olahraga ini dalam praktek keseharian di tengah masyarakat.

Gabungan Bridge Seluruh Indonesia disingkat Gabsi, didirikan pada tanggal 12 Desember 1953 oleh Willy Th.Roring, perwira TNI-AL beserta rekan-rekannya. Pada waktu berdirinya GABSI hanya memiliki satu anggota, Gabungan Bridge Surabaya. Kemudian menyusul Gabungan-Gabungan Bridge di Jawa Timur, yaitu malang, Jember, Banyuwangi,Kediri, Madiun dan Jombang, Gabungan Bridge Makasar merupakan anggota dari luar jawa yang pertama. 

Orang inggris bersumpah atas cricket, orang Rusia atas catur dan orang amerika atas baseball, tetapi semua bangsa bermain bridge, menurut ahli whist cavendish : "karena tidak ada permainan kartu lainnya selain bermain bridge di mana kepandaian, pikiran sehat dan pengertian terhadap maksud-maksud lawan, yang bisa meraih keberhasilan yang lebih besar.

Menurut perkiraan sekitar 100juta orang bermain bridge kira-kira 100 negara tergabung pada World Bridge Federation dan, ataukah anda bermain bridge di Tokyo, Rio de Janeiro atau Reykjavik, semua negara menggunakan 'bahasa' yang sama.


Sumber:

Aturan lainnya: