Materi Dasar Kurata 3 (Tiga) Tarung Derajat

Sabuk Kurata 3 (Tiga) Tarung DerajatKURATA adalah tingkatan dalam seni Beladiri Tarung Derajat. KURATA terdiri dari 7 (tingkatan) mulai dari tingkat satu hingga tingkat 7. (Baca: "Tingkatan Dalam Tarung Derajat (KURATA)").

Materi Dasar dalam teknik Kurata 3 (Tiga) adalah pengulangan gerakan setelah mendapatkan materi Kurata I dan II. Gerakan-gerakan yang perlu diulangi dalam kurata 3 meliputi Gerakan tingkat Kurata I jurus "Gerak Langkah Dasar", dan Gerakan tingkat Kurata II jurus "Drajat Satu".

Anggota Kurata III menggunakan Sabuk hijau strip 2. Pada tingkatan ini anggota sudah diajarkan untuk merangkaikan tehnik dasar pukulan dan tendangan untuk menjadi dasar dari tehnik tarung. Selain itu anggota diajarkan bantingan dan kuncian. pelatih akan mengajarkan materi sesuai dengan program yang telah ditentukan dalam aturan pokok tarung derajat, untuk lebih jelas akan dijelaskan ditempat latihan.

Berikut ini Materi yang diajarkan kepada anggota seni Beladiri Tarung Derajat pada tingkatan KURATA III (tiga) yang merupakan kelanjutan dari Materi Dasar Kurata 1 (satu) dan Materi Dasar Kurata 2 (dua) .


Gerakan Tangan dan Kaki

Pukulan
  1. Pukulan lingkar dalam
  2. Pukulan lingkar luar
  3. Pukulan lingkar atas
  4. Pukulan lingkar bawah.

Tendangan
  1. Tendangan lingkar belakang
  2. Tendangan kait depan
  3. Tendangan kait belakang.

Jurus Dasar (JUDAS)

Dalam kurata tiga, jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak lanjutan dasar adalah :
  • Kerapihan sikap
  • Penghormatan
  • Aba-aba mulai "Siaga Judas"
  • Posisi, Siaga ditempat posisi serangan/tendangan (Serong Kanan);
  1. Kibas luar dalam depan muka tangan kiri + pukulan cepat beruntun dua kali.
  2. Kibas luar dalam depan muka tangan kanan + pukulan cepat beruntun dua kali.
  3. Drop kaki kiri, bersamaan dengan sentak bawah tangan kiri + tendangan lurus kaki kanan + pukulan cepat beruntun dua kali.
  4. Drop kaki kanan, bersamaan dengan sentak bawah tangan kanan + tendangan lurus kaki kiri + pukulan cepat beruntun dua kali.
  5. Hadap kiri sambil drop kaki kiri + tendangan samping kaki kanan + pukulan lingkar luar tangan kanan dan pukulan cepat tangan kiri.
  6. Drop kaki kanan sambil putar + tendangan samping kaki kiri + pukulan lingkar luar tangan kiri dan pukulan cepat tangan kanan.
  7. Hadap kanan sambil drop kaki kanan + tendangan lingkar dalam kaki kiri + pukulan cepat beruntun dua kali.
  8. Drop kaki kiri sambil putar + tendangan lingkar dalam kaki kanan + pukulan cepat beruntun dua kali.
  9. Hadap kiri sambil drop kaki kiri + tendangan kait depan kaki kanan + pukulan lingkar luar tangan kanan dan pukulan cepat tangan kiri.
  10. Drop kaki kanan sambil putar + tendangan kait depan kaki kiri + pukulan lingkar luar tangan kiri dan pukulan cepat tangan kiri.
  11.  Drop kaki kanan ¾ putaran, tendangan belakang kaki kiri habis tendang kaki kiri taruh di depan + pukulan cepat beruntun dua kali.
  12. Drop kaki kiri ½ putaran, tendangan belakang kaki kanan habis tendang kaki kanan taruh di depan + pukulan cepat beruntun dua kali.
  13. Drop kaki kanan + tendangan lingkar dalam kearah kanan dan tendangan samping ke arah kiri oleh kaki kiri + pukulan cepat beruntun dua kali.
  14. Drop kaki kiri + tendangan lingkar dalam kearah kiri dan tendangan menyamping ke arah kanan oleh kaki kanan + pukulan cepat beruntun dua kali.
  15. Putar, tarik kaki kiri, buka kaki kanan, kembali siaga dasar.

Bertahan Menyerang Serangan Kaki (Kurata III)
  1. Sentak bawah tangan kanan + pukulan double cepat.
  2. Sentak bawah tangan kiri + pukulan double cepat.
  3. Drop kaki kiri + tendangan lingkar dalam kaki kanan,
  4. Drop kaki kanan + tendangan samping kaki kiri.
  5. Drop tangan silang (tangkapan kaki) sambil melangkahkan kaki kanan, putarkan dan dorong (jatuh dada), tendang samping kaki kanan.
  6. Langkahkan (maju) kaki kanan, jepit kaki lawan dengan tangan kiri, hadap kiri pukulkan ke arah leher dengan tangan kanan (tangan jangan di kepal), tangan kanan memegang tengkuk, sapokan dengan kaki kanan + pukulan cepat ke arah muka.
  7. Langkahkan (maju) kaki kiri, jepit kaki lawan dengan tangan kanan hadap kanan pukulkan ke arah leher dengan tangan kiri (tangan jangan di kepal), tangan kiri mendorong punggung lawan, sapukan dengan kaki kiri, tendangan samping dengan kaki kiri ke arah punggung lawan.
  8. Drop kaki kanan (tulang kering) + tendangan belakang kaki kiri.

Teknik Jatuhan / Bantingan.
  1. Jatuhan Samping
  2. Jatuhan Pinggul
  3. Jatuhan Punggung
  4. Jatuhan Tengkuk.

Aturan lainnya:

Materi Dasar Kurata 2 (Dua) Tarung Derajat

Sabuk Kurata 2 (Dua) Tarung DerajatKURATA adalah tingkatan dalam seni Beladiri Tarung Derajat. KURATA terdiri dari 7 (tingkatan) mulai dari tingkat satu hingga tingkat 7. (Baca: "Tingkatan Dalam Tarung Derajat (KURATA)").

Anggota Kurata II  menggunakan Sabuk Hijau strip1. Pada tingkat ini, anggota diharapkan sudah memiliki kondisi fisik yang cukup baik sehingga mampu menerima materi latihan yang telah diprogram dan dirancang oleh pelatih sesuai dengan metologi kepelatihan beladiri tarung derajat. pada tingkatan ini anggota diajarkan dasar-dasar tendangan dan melepas dan mengunci dari posisi salaman dan pegangan tangan. Jenis tendangan yang harus dikuasai adalah tendangan lingkar dalam, tendangan samping, tendangan belakang dan melingkar belakang. Fisik anggota pada tingkatan ini masuk tahap pembentukan, dibentuk melalui program latihan peningkatan bertahap.

Berikut ini Materi yang diajarkan kepada anggota seni Beladiri Tarung Derajat pada tingkatan KURATA II (Dua) yang merupakan tingkatan kedua setelah KURATA I (satu).


Pengulangan Gerakan.

Setelah mendapatkan materi Kurata I maka pada tingkatan Kurata II yang perlu diulangi adalah: Gerakan tingkat Kurata I jurus "Gerak Langkah Dasar"


Gerakan Tangan.

Gerakan Dasar Tangan dilanjutkan pada: Pukulan Cepat Beruntun, Pukulan Sikut Depan/Atas + Punggung Tangan, Pukulan Sikut Samping + Punggung Tangan, dan Teknik Dua Gerak, yaitu:
  1. Kibas Atas + Pukulan Cepat.
  2. Kibas Luar + Pukulan Cepat.
  3. Kibas Dalam + Pukulan Cepat.
  4. Kibas Bawah + Pukulan Cepat.
  5. Pukulan Sentak Bawah + Pukulan Cepat.

Gerakan Kaki (Siaga silang).

Gerakan dasar kaki dilanjutkan pada:
  1. Tendangan Lingkar Dalam.
  2. Tendangan Menyamping.
  3. Tendangan Belakang.

Teknik Bertahan Menyerang Serangan Tangan (Kurata II).

Teknik Tangan;
  1. Maju kaki kanan hadap kiri kibas dalam tangan kanan + pukulan punggung tangan kanan ke arah muka.
  2. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri + pukulan punggung tangan kiri ke arah muka.
  3. Maju kaki kanan hadap kiri kibas dalam tangan kanan + sikutkan tangan kanan ke arah muka.
  4. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri + sikutkan tangan kiri ke arah muka.
  5. Maju kaki kanan hadap kiri kibas dalam tangan kanan + pukulan cepat beruntun (Double Cepat) ke arah ulu hati.
  6. Maju kaki kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri + pukulan cepat beruntun (Double Cepat) ke arah ulu hati.
  7. Maju kaki Kanan hadap kiri kibas dalam tangan kanan, kaki kanan geser sejajar kaki kiri (badan memutar ke arah kiri) sikutkan tangan kiri ke arah kepala bagian belakang.
  8. Maju kaki Kiri hadap kanan kibas dalam tangan kiri, kaki kiri geser sejajar kaki kanan (badan            memutar ke arah kanan) sikutkan tangan kanan ke arah kepala bagian belakang

Teknik Kaki (gunakan kaki kanan)
  1. Bertahan dengan tendangan lurus.
  2. Bertahan dengan tendangan lingkar dalam
  3. Bertahan dengan tendangan menyamping.
  4. Bertahan dengan tendangan belakang.

Teknik melepas sergapan/pegangan (materi beladiri praktis).
  1. Pegangan tangan sejajar dan silang
  2. Pegangan kerah baju satu tangan dan dua tangan
  3. Pitingan samping dan belakang
  4. Tepukan belakang
  5. Bergandengan
  6. Bersalaman.


Jurus Derajat Satu

Jurus wajib yang merupakan seni rangkaian gerak lanjutan dasar untuk Kurata Dua adalah: (1) Diawali dengan kerapihan sikap, (2) Penghormatan, (3) Aba-aba mulai "Drajat Satu":
  1. Siaga ditempat (kaki kanan)
  2. Siaga ditempat (kaki kiri),
  3. Hadap Kiri,
  4. Tarik tangan kiri simpan disamping dada, geser/tarik kaki kanan hingga rapat, arahkan badan kearah kiri, buka/geser kaki kanan hingga ke posisi siaga silang dengan kaki kiri  ke depan (hadap kiri). Kibas luar tangan kanan.
  5. Maju pukulan lurus satu kali tangan kanan.
  6. Tarik tangan kiri simpan disamping dada, tarik kaki kanan hingga rapat, balikkan badan kearah belakang, buka kaki kanan hingga ke posisi siaga silang (kaki kanan didepan), Kibas luar tangan kiri.
  7. Maju pukulan lurus satu kali tangan kanan.
  8. Hadap Kiri.
  9. Tarik tangan kanan simpan disamping dada, tarik kaki kiri hingga rapat, balikkan badan kearah kiri, buka/geser kaki kiri ke depan hingga ke posisi siaga silang (kaki kiri didepan), Kibas luar tangan kanan.
  10. Maju pukulan lurus dua kali.
  11. Silangkan kedua tangan di depan perut (tangan kiri diatas tangan kanan), dorong hingga ke posisi didepan muka, kibaskan/kibas bawah (tangan kiri).
  12. Maju pukulan sentak atas tangan kanan.
  13. Silangkan kedua tangan di depan perut (tangan kanan di atas tangan kiri), dorong hingga keposisi di depan muka, kibaskan/kibas bawah (tangan kanan).
  14. Maju pukulan sentak atas tangan kiri.
  15. Maju kibas atas tangan kanan.
  16. Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kanan lalu kiri).
  17. Tengok kanan.
  18. Tarik kaki kanan hingga rapat, balikkan badan kearah kanan (hadap kanan) buka kaki kanan ke depan posisi siaga silang (kaki kanan di depan) kibas atas tangan kiri.
  19. Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kiri lalu kanan).
  20. Tarik kaki kiri hingga rapat, balikkan badan kearah belakang (putar) buka kaki kiri ke depan posisi siaga silang (kaki kiri di depan) kibas atas tangan kiri.
  21. Maju pukulan cepat beruntun dua kali (tangan kanan lalu kiri).
  22. Tarik/geser kaki kanan ke arah belakang (270%) hingga posisi hadap kanan (kaki kanan di depan), posisi tangan siaga untuk kibas dalam.
  23. Hadap kiri kibas dalam tangan kanan.
  24. Mundur pukulan sentak bawah tangan kiri.
  25. Mundur kibas dalam tangan kanan.
  26. Maju (hingga posisi kaki kanan sejajar dengan kaki kiri/posisi siaga ditempat) pukulan sentak bawah tangan kiri dan kanan (pada saat memukul kedua kaki tidak digeser/tetap sejajar ke depan).
  27. Pernapasan:
  • Tarik kedua tangan kesamping dada dengan tangan dikepal, dada dibusungkan (bersamaan dengan tarik napas dalam-dalam melalui hidung).
  • Dorong/luruskan kedua tangan kedepan dengan tangan terbuka posisi serong (bersamaan dengan itu buang napas pelan-pelan melalui mulut).
  • Tarik kembali tangan kesamping dada dengan tangan dikepal dan kaki tarik/geser kaki kanan hingga rapat, dada dibusungkan (bersamaan dengan itu tarik napas dalam-dalam melalui hidung).
  • Dorong/luruskan kedua tangan kearah bawah (samping badan) dengan tangan terbuka (bersamaan dengan itu buang napas pelan-pelan melalui mulut). Silangkan tangan ke depan dada (kembali siaga dasar).

Kekuatan dan Daya Tahan.

Keserasian dan keseimbangan teknik gerakan dapat dicerminkan dari lima unsur daya gerak tarung derajat yang menjadi khas, yaitu: Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian, dan Keuletan. Dari lima unsur inilah dapat dikembangkan kemampuan seorang petarung menjadi kuat dan ulet. (Sumber)

Aturan lainnya:

Materi Dasar Kurata 1 (Satu) Tarung Derajat

KURATA adalah tingkatan dalam seni Beladiri Tarung Derajat. KURATA terdiri dari 7 (tingkatan) mulai dari tingkat satu hingga tingkat 7. (Baca: "Tingkatan Dalam Tarung Derajat (KURATA)").

Anggota Kurata I adalah seseorang yang baru daftar. Pada awal latihan diperkenalkan aturan, budaya dan etika latihan Tarung Derajat. setelah itu anggota baru diperkenalkan atau diberikan penjelasan model-model latihan dan tingkatan latihan yang ada ditarung derajat. kemudian diajarkan dasar-dasar: siaga dasar,penghormatan, sikap, hadap kiri kanan, putar, duduk, berdiri, melangkah kesamping kiri dan kanan serta melangkah maju mundur, dan cara bubar.

Anggota Kurata I menggunakan sabuk putih di pinggangknya. Pada tingkatan ini semua yang diajarkan adalah Jurus Dasar dari Ilmu beladiri tarung derajat. Yang perlu menjadi catatan adalah anggota harus sabar menerima materi dan mengulang-ulangnya kembali sampai benar-benar dikuasai dan menjadi otomatisasi. karena semua rangkaian gerakan beladiri ini dasarnya ada pada materi kurata 1 jika materi kurata 1 tidak dikuasai maka anggota akan kesulitan menyesuaikan diri pada materi selanjutnya. Materi kurata 1 adalah materi dasar yang didominasi tehnik tangan dan hanya mendapat satu jenis tendangan beserta jurus wajib gerak langkah dasar yang harus dikuasai.

Ujian kenaikan tingkat dapat diajukan setelah menguasai materi yang diberikan dan memenuhi syarat jam latihan. Perlu diketahui anggota baru atau kurata 1 beban latihan fisik TIDAK dipaksakan melainkan dipacu secara perlahan untuk mencapai kemampuan fisik yang prima melalui metode peningkatan bertahap sesuai dengan kondisi fisik masing-masing, artinya latihan tetap terkontrol dan terprogram dengan baik, mengacu pada metodologi kepelatihan olahraga.


Berikut ini Materi yang diajarkan kepada anggota seni Beladiri Tarung Derajat pada tingkatan KURATA I (Satu) yang merupakan tingkatan paling dasar dalam olahraga ini..


Sikap Dasar
  1. Kerapihan Sikap
  2. Penghormatan,
  3. Duduk
  4. Berdiri
  5. Siaga Dasar
  6. Siaga di tempat.

Gerakan Dasar Tangan (Siaga ditempat)
  1. Pukulan Lurus 1-3x
  2. Sikut Atas/ Samping/ Bawah
  3. Pukulan sentak atas/bawah
  4. Pukulan Cepat Atas,
  5. Kibas Luar
  6. Kibas Dalam
  7. Kibas Bawah

Gerakan Dasar Tangan (Siaga Silang)
  1. Pukulan lurus
  2. Pukulan Sentak Atas
  3. Pukulan Sentak Bawah
  4. Pukulan Cepat
  5. Kibas Atas
  6. Kibas Luar
  7. Kibas Dalam
  8. Kibas Bawah

Gerakan Dasar Kaki (Tendangan)
  1. Gerakan dasar tangan dilakukan dengan siaga ditempat:
  2. Tendangan lurus cepat
  3. Tendangan lurus cepat dalam melangkah

Jurus Wajib Gerak Langkah Dasar

Jurus wajib merupakan seni rangkaian gerak dasar untuk kurata satu:
  1. Diawali dengan Kerapihan Sikap.
  2. Penghormatan.
  3. Aba-Aba Gerak Langkah Dasar: 1. Kibas Luar, 2. Pukulan Cepat, 3. Tendangan Lurus, Pukulan Cepat, 4. Putar Kibas Luar, 5. Pukulan Cepat, 6. Tendangan Lurus, 7. Putar Kibas Luar, 8. Siaga Dasar, 9. Mundur Kibas Luar, 10. Pukulan Lurus, 11. Sentak Bawah, 12. Kibas Dalam, 13. Maju Pukulan Lurus 3x, 14. Sikut Bawah, Tendangan Lurus, Sentak Bawah, 15. Kibas Dalam, 16. Siaga Dasar, 17. Tengok Kanan, 18. Kibas Bawah, 19. Sentak Atas, 20. Tendangan Lurus Sentak Atas, 21. Putar Kibas Bawah, 22. Sentak Atas, 23. Tendangan Lurus Sentak Atas, 24. Putar Kibas Bawah, 25. Tengok Kiri, 26. Siaga Dasar, 27. Tengok Kiri, 28. Kibas Atas, 29. Sikut Atas, 30.Tendangan Lurus, Sikut Samping, 31. Putar Kibas Atas, 32. Sikut Atas, 33. Tendangan Lurus, Sikut Samping, 34. Putar, Kibas Atas, 35. Tengok Kanan, 36. Siaga Dasar.

Aturan lainnya:

Tingkatan Dalam Tarung Derajat (KURATA)

Dalam setiap seni beladiri, setiap anggotanya memiliki tingkatan yang berbeda-beda, tingkatan tersebut adalah untuk membedakan tingkatan kemampuan bela diri yang dimiliki anggotanya berdasarkan ilmu beladiri yang dikuasainya. Tarung derajat juga memiliki tingkatan-tingkatan yang disebut “KURATA” yang merupakan kependekan dari  KUat beRAni TAngkas/TAngguh.


KURATA terdiri dari tujuh tingkat yaitu:
    Sabuk dalam tingkatan tarung derajat (KURATA)
  1. Kurata I (satu) ditandai dengan sabuk putih. (Baca selengkapnya... "Materi KURATA 1")
  2. Kurata II (dua) ditandai dengan sabuk hijau strip satu. (Baca selengkapnya... "Materi KURATA 2" )
  3. Kurata III (tiga) ditandai dengan sabuk hijau strip dua. (Baca selengkapnya... "Materi KURATA 3")
  4. Kurata IV (empat) ditandai dengan sabuk biru strip satu. (Baca selengkapnya... "Materi KURATA 4")
  5. Kurata V (lima) ditandai dengan sabuk biru strip dua.
  6. Kurata VI (enam) ditandai dengan sabuk merah strip satu.
  7. Kurata VII (tujuh) ditandai dengan sabuk merah strip dua.

Tingkat lanjutan KURATA disebut ZAT ditandai dengan penggunaan sabuk hitam.

Aturan lainnya:

Profil dan Biodata Achmad Dradjat (Aa Boxer) - Pendiri Tarung Derajat

Achmad Dradjat (Aa Boxer)
Achmad Dradjat/Aa Boxer
Achmad Dradjat adalah seorang perintis atau pencipta seni bela diri Tarung Derajat asal Kota Bandung - Jawa Barat.

Biografi

Achmad Dradjat lahir di Garut, pada 18 Juli 1951 dari pasangan H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih. Ia dilahirkan di saat terjadi penyerangan pemberontak Negara Islam Indonesia. Dalam penyerangan tersebut keduaorangtuanya ikut sebagai aktivis pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca kemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa yang menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Di tengah kejaran para pemberontak, ia selamat. Peristiwa tersebut mengilhami kedua orangtuanya memberikan nama Dradjat yang berarti berkat yang mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia.

Pada usia balita, kedua orangtuanya pindah tugas dan tinggal di Tegallega yang keras dan berpenduduk heterogen dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan yang sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam. Berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi di lapangan tersebut, seperti berbagai kegiatan olahraga, tawuran antar geng remaja, pemerasan, perampokan, perjud!an, pel4curan, dan aktivitas kriminalitas dan kemaksiatannya. Tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut sering juga dialaminya saat remaja.

Ia mempunyai postur tubuh lebih kecil dibandingkan dengan sesama anak lainnya. Ia sangat menggemari olahraga keras, seperti sepak bola dan beladiri. Selain itu, ia berkarakter berani dan ulet. Dalam lingkungan yang keras, sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuatnya mengalami berbagai tindak kekerasan, perkelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah daripada menang.

Pada usia 13 tahun, tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok remaja nyaris merenggut jiwanya. Peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi di tengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton. Kejadian serupa dialaminya pada saat latihan bela diri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan bela diri. Dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di bela diri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar. Ia yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri. Seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun tidak ada pikiran dan niat dari penonton termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan, dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendiriannya, ia kembali harus berjuang untuk mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya.

Dari perkelahian demi perkelahian itulah, ia secara alami ditempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialaminya, sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realitas dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena setiap makhluk hidup telah dibekali kemampuan gerak refleks untuk bertahan hidup. Pikiran, rasa, dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalunya yang teringat sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, otak, dan naluri untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju kehidupan yang benar dan selaras dengan kodratnya. Bersamaan dengan itulah, proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus yang seluruhnya didasari gerak refleks yang alamiah.

Dari penempaan praktis ini, gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat.

Sejak remaja, ia telah menunjukkan kemampuan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya kepada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya. Mereka sebagian besar memintanya untuk menjadi guru. Akhirnya, pada tanggal 18 Juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi hari jadi Tarung Derajat.


Tarung Derajat

Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT.

"Box!" adalah salam persaudaraan di antara anggota Tarung Derajat. Tarung Derajat menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya. Tarung Derajat dijuluki sebagai "Boxer". Praktisi Tarung Derajat disebut "Petarung".

Sejak 1990-an, Tarung Derajat telah disempurnakan untuk olahraga. Pada tahun 1998, Tarung Derajat resmi menjadi anggota KONI. Sejak itu, Tarung Derajat memiliki tempat di Pekan Olahraga Nasional. Keluarga Olahraga Tarung Derajat sekarang memiliki suborganisasi di 22 provinsi di Indonesia. Setelah diperkenalkan pada 2011 SEA Games di Palembang, namun Tarung Derajat tidak disertakan pada SEA Games 2013 di Myanmar.


Semboyan

Para petarung memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri. Mereka terkesan seperti orang yang penurut dengan sikapnya yang tunduk demi menghindari keangkuhan. Hal tersebut tergambar dalam semboyan Tarung Derajat:

    Aku ramah bukan berarti takut. Aku tunduk bukan berarti takluk

Aturan lainnya:

Sejarah Tarung Derajat Aa Boxer

lambang / logo Tarung Derajat
Tarung Derajat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia yang diciptakan dan dirintis oleh Achmad Dradjat asal kota Bandung - Jawa Barat. Ia mengembangkan teknik melalui pengalamannya bertarung di jalanan pada tahun 1960-an di Bandung. Tarung Derajat secara resmi diakui sebagai olahraga nasional dan digunakan sebagai latihan bela diri dasar oleh TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri.

Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer.

Achmad Dradjat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Achmad Dradjat lahir dalam keadaan sehat.

Peristiwa tersebut mengilhami kedua orang tuanya memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia.

Pria yang sekarang dikenal dengan sebutan AA Boxer, dibesarkan dalam lingkungan yang “keras seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perkelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh Akhlak dan Agama, dirinya mampu mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja yang tidak bermoral nyaris merenggut jiwanya.

Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya. Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada rasa iba dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian.

Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras.
Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri dan didasari gerak reflek yang alamiah.

Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat “Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri.”

Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi “Guru.” Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat.

Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT.

Achmad-Dradjat / Aa Boxer
Achmad-Dradjat/Aa Boxer
"Box!" adalah salam persaudaraan di antara anggota Tarung Derajat. Tarung Derajat menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya. Tarung Derajat dijuluki sebagai "Boxer". Praktisi Tarung Derajat disebut "Petarung".

Sejak 1990-an, Tarung Derajat telah disempurnakan untuk olahraga. Pada tahun 1998, Tarung Derajat resmi menjadi anggota KONI. Sejak itu, Tarung Derajat memiliki tempat di Pekan Olahraga Nasional. Keluarga Olahraga Tarung Derajat sekarang memiliki suborganisasi di 22 provinsi di Indonesia. Setelah diperkenalkan pada 2011 SEA Games di Palembang, namun Tarung Derajat tidak disertakan pada SEA Games 2013 di Myanmar.


Semboyan

Para petarung memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri. Mereka terkesan seperti orang yang penurut dengan sikapnya yang tunduk demi menghindari keangkuhan. Hal tersebut tergambar dalam semboyan Tarung Derajat:

Aku ramah bukan berarti takut. Aku tunduk bukan berarti takluk

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tarung_Derajat

Aturan lainnya:

Pengertian Tarung Derajat

Tarung Derajat
Tarung Derajat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia  yang diciptakan oleh Achmad Dradjat. Olah raga ini menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya. Tarung Derajat dijuluki sebagai "Boxer". Praktisi Tarung Derajat disebut "Petarung".

Aturan lainnya:

Teknik Dasar Pencak Silat Beserta Gambarnya

Dalam Tekhnik Pencat silat terdapat beberapa gerakan yang perlu dikuasai oleh seorang pesilat. Sikap atau gerakan ini meliputi tujuh : Kuda - Kuda, Sikap Pasang, Latihan Langkah Kuda-kuda Silat Menggunakan 8 Arah Mata Angin, Pola Langkah, Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan. Berikut ini penjelasannya:


Kuda - Kuda

Kuda - Kuda Dalam Pencak Silat
Teknik kuda-kuda pada pencak silat terdiri dari enam posisi yaki: kuda-kuda Depan, kuda-kuda Belakang, kuda-kuda Tengah, kuda-kuda Samping, kuda-kuda Silang Depan, dan kuda-kuda Silang Belakang.
  1. Kuda-Kuda Depan - Kuda-kuda depan dapat dibentuk dengan posisi kaki yang berada di depan ditekuk sedangkan kaki belakang lurus. Sementara itu, telapak kaki belakang serong ke arah luar, berat badan ditumpukan pada kaki depan, badan tegap dan pandangan kedepan. 
  2. Kuda-Kuda Belakang - Untuk kuda-kuda belakang, dapat dibentuk dengan tumpuan berat badan  pada kaki belakang. Tumit yang dipakai sebagai tumpuan tegak dengan panggul, badan agak condong ke depan, kaki depan di injit dan menapak dengan tumit atau ujung kaki.
  3. Kuda-Kuda Tengah - Dibentuk dengan kedua kaki ditekukan dengan titik berat badan berada ditengah.
  4. Kuda-kuda samping - Lakukan Kuda-kuda samping dengan cara satu kaki ditekuk dan kaki yang lain lurus ke samping, berat badan pada kaki yang ditekuk, bahu sejajar atau segaris dengan kaki. 
  5. Kuda-Kuda Silang Depan - Kuda-kuda silang depan dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau kebelakang kaki yang lain, berat badan ditumpukan pada satu kaki, sedangkan kaki yang lain disentuhkan pada lantai dengan ibu jari kaki atau ujung jari kaki.
  6. Kuda-Kuda Silang Belakang - Kuda-kuda silang belakang  yaitu kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang  dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan  gerakan tersebut.

Sikap Pasang

Sikap Pasang Dalam Pencak Silat
Terdapat empat sikap pasang yang ada dalam pencak silat: yakni Pasang satu, Pasang dua, Pasang tiga, dan Pasang empat. Berikut ini penjelasannya.
  1. Pasang satu - Pasang satu adalah sikap dengan posisi badan tegak dengan kedua tangan disamping dalam keadaan siap silat dan kedua kaki di buka selebar bahu.
  2. Pasang dua - Pasng dua dibentuk dengan badan tetap pada posisi tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua  tangan mengepal dan sejajar pinggang.
  3. Pasang tiga - Sikap badan sama seperti pasang dua dengan posisi tegak lurus, kaki di buka selebar bahu, tangan diangkat sejajar mata dengan kepalan tangan terbuka.
  4. Pasang empat - Sikap badan, dan mata sama seperti sikap pasang tiga, yang membedakan adalah tangan diangkat sejajar mata dengan posisis silang. Awalnya kepalan tangan terbuka kemudian tangan sudah terkepal.
  
Latihan Langkah Kuda-kuda Silat Menggunakan 8 Arah Mata Angin
     
Terdapat delapan gerakan yang dilakukan dalam
Latihan Langkah Kuda-kuda Silat Menggunakan 8 Arah Mata Angin, berikut ini penjelasn lengkapnya.
  • Pada gerakan awal yaitu dimulai dengan gerakkan pertama sampai gerakkan ke empat menggunakan kuda-kuda samping, yaitu kaki kiri di depan kaki kanan di belakang posisi badan dalam keadaan lurus, kaki kiri di depan kaki kanan di belakang posisi dalam keadaan serong kekiri dan begitu juga sebaliknya.
  • Kemudian dilanjutkan dengan gerakan tambahan yaitu gerakkan ke lima sampai gerakkan ke delapan dengan menggunakan kaki dapan di depan dan kaki kiri di belakang keadaan dalam posisi kaki kiri di luruskan dan kaki kanan ditekukkan posisi badan sedikit condong ke depan dan begitu juga sebaliknya

Pola Langkah

Ada enam pola langkah dalam teknih pencak silat yaitu:
Pola langkah lurus, Pola langkah zikzak, Pola langkah ladam atau huruf  U, Pola langkah segi tiga, Pola langkah huruf S, dan Pola langkah segi 4. Berikut ini penjelasannya.
  1. Pola langkah lurus - Merupakan gerak langkah yang membentuk garis lurus ,baik langkah maju maupin langkah mundur. Pelaksanaanya dimulai dari salah satu kuda-kuda (kuda-kuda tengah).
  2. Pola langkah zikzak - Merupakan gerak langkah yang membentuk  mata gergaji atau pola zig-zag. Pelaksanaanya dimulai dari sikap pasang dengan pola langkah serong.
  3. Pola langkah ladam atau huruf  U - Pelaksanaanya dimulai dari sikap awal tegak, gerakkan kaki kesamping kanan diikuti kaki kiri menutup (merapat), kemudian kaki kiri maju, kaki di tarik kembali dan merapat kemudian digerakan ke samping kiri. Kaki kanan ditarik dirapatkan, kemudian dilangkahkan kedepan. Terakhir kaki kanan ditarik kembali merapat seperti sikap awal.
  4. Pola langkah segi tiga - Pelaksanaanya berdiri di titik 0, geser kaki kanan ke titik 1, diikuti kaki kiri ke titik 2, lanjutkan ke titik  4, lanjutkan juga ke titik 4 dan 5 (berat badan di titik 5). Tarik kaki kanan ke titik 6, kaki kanan ketitik 7 dengan kuda-kuda depan, tarik kaki kanan keposisi awal.
  5. Pola langkah huruf S - Berdiri dengan posisi titik menghadap sesui dengan arah yang di tunjukan. Geser kaki kanan ke arah berat badan ke di kaki kanan, dikkuti kaki kiri, kaki kiri ke titik 3 berat badan di kaki kiri selanjutnya cabut kaki kanan lewati kaki kiri sampai di titik 4, kaki kanan yang di titik 4 di titik 5 putar di tempat, sementara kaki kiri yang ada di titik 3 injit, gugus kaki kiri lewat tanda panah dengan jalur titik 6 sampai di titik.
  6. Pola langkah segi 4 -  Pelaksanakannya bisa memakai kombinasi kuda-kuda tengah ,samping,dan belakang.

Pukulan

teknik pukulan pencak silat
Terdapat empat pukulan dalam pencak silat ini yaitu Pukulan Lurus, Pukulan Bandul, Pukulan Tegak, dan Pukulan Melingkar.
  1. Pukulan Lurus - Pukulan lurus adalah pukulan yang dilakukan dengan salah satu tangan dengan memukul kearah depan, sasaran yaitu dada lawan. Dan tangan satunya lagi menutup arah point, yaitu sasaran perut keatas.
  2. Pukulan Bandul - Pukulan bandul dapat dilakukan dengan mengayunkan salah satu tangan yang dikepal kearah sasaran ulu hati, dan tangan yang satu lagi menutup arah lawan.
  3. Pukulan Tegak - Pukulan ini sasarannya adalah bahu atau sendi bahu bagian kanan (lawan yang dengan kita yang saling berhadapan, jadi sama saja dengan bahu sebelah kiri yang menjadi sasaran)
  4. Pukulan Melingkar - Sasarannya adalah pinggang lawan.

Tendangan


Teknik tendangan Pencak Silat
Setidaknya terdapat empat tendangan dalam pencak silat yakni Tendangan lurus kedepan, Tendangan melingkar, Tendangan berbentuk huruf T, dan Tendangan samping.
  1. Tendangan lurus kedepan - yaitu tendangan yang dilakukan dengan menghentakan ke depan telapak kaki sejajar dengan bahu.
  2. Tendangan melingkar - yaitu dengan hentakan punggung kaki.
  3. Tendangan samping - yaitu menendang dengan punggung kaki.
  4. Tendangan berbentuk huruf T - yaitu dengan tendangan samping yang menggunakan hentakan telapak kaki.

Tangkisan


Teknik tangkisan dalam pencak silat
Tangkisan adalah gerakan menahan serangan lawan dengan menggunakan tangan, kaki, ataupun senjata agar serangan lawan tidak dapat mengenai kita. Terdapat empat teknik tangkisan yang menggunakan tangan dalam pencak silat yakni:
  1. Tangkisan dalam - Adalah menahan serangan dengan gerakan tangan dari luar ke dalam sejajar dengan bahu.
  2. Tangkisan luar - Adalah menahan serangan dengan gerakan tangan dari dalam ke luar sejajar dengan bahu.
  3. Tangkisan atas  Adalah menahan serangan dengan gerakan tangan dari bawah ke atas, untuk melindungi kepala dari serangan.
  4. Tangkisan bawahAdalah menahan serangan dengan gerakan tangan dari atas kebawah.

Sumber: http://kuda2silat.blogspot.co.id/2012/10/teknik-dasar-dalam-pencak-silat.html

Aturan lainnya:

Organisasi Pencak Silat di Dunia

Berikut ini beberapa Organisasi pencak silat yang ada di Dunia
  • PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
  • IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia
  • FP2STI - Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia
  • PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
  • PERSISI - Persekutuan Silat Singapore
  • EPSF - European Pencak Silat Federation
Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.


PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa

Persilat (atau Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa), yang didirikan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1980, adalah satu-satunya organisasi internasional Pencak Silat di dunia.
PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
PERSILAT dikelola secara kolektif oleh sebuah Presidium yang terdiri dari 69 anggota. Eddie M. Nalapraya ditetapkan sebagai Ketua Presidium. Tugas Presidium adalah antara lain menyelenggarakan Kongres PERSILAT. Kongres yang pertama diselenggarakan oleh Presidium pada tahun 1983 di Kuala Lumpur. Asas PERSILAT adalah persaudaraan, kekeluargaan, persatuan dan menghormati satu sama lain serta tidak membeda-bedakan kebangsaan dan agama. PERSILAT adalah organisasi non-politik.

PSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia
IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia

Ikatan Pencak Silat Indonesia (disingkat IPSI) adalah induk organisasi resmi pencak silat di Indonesia di bawah naungan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Pencak silat merupakan olahraga seni beladiri yang berasal dari bangsa Melayu, termasuk Indonesia. Jumlah perguruan pencak silat sangat banyak, berdasarkan catatan PB IPSI sampai dengan tahun 1993 telah mencapai 840 perguruan pencak silat di Indonesia. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). IPSI didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah.

FP2STI - Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia 
FP2STI - Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia

Fp@STI merupakan suatu wadah silahturahmi orang-orang yang berempati terhadap perkembangan Silat Tradisi. FP2ST suatu wadah informal yang tidak berafiliasi dengan organisasi manapun, dan bersifat cair (mewadahi semua golongan).


PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia

PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan MalaysiaPersekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) didirikan pada 24 September 1983, dalam usaha mewujudkan satu organisasi Persilatan di Malaysia pada saat itu terdapat 4 Pertubuhan Peringkat Malaysia yaitu: Seni Silat Lincah Malaysia, Silat Seni Gayong Malaysia, Seni Gayung Fatani Malaysia dan Seni Silat Cekak Malaysia beserta 16 buah PESAKA Negeri (Perlis, Kedah, Pulau Pinang, Perak, Selangor, Kuala Lumpur, Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Pahang, Terengganu, Kelantan, Sarawak, Sabah, Labuan dan Putrajaya) yang bergabung. Kini dianggarkan seramai 4 juta ahli-ahli silat di seluruh Malaysia.


PERSISI - Persekutuan Silat Singapore

PERSISI - Persekutuan Silat SingaporeSingapore Silat Federation adalah tangan-tangan yang bekerja dengan Singapore Sports Council (SSC), Dewan Olimpiade Nasional Singapura (SNOC), Asosiasi Rakyat (PA), International Pencak Silat Federation (PERSILAT), dan masih banyak lagi untuk mempertahankan kesadaran olahraga lokal dan internasional.

Singapore Silat Federation adalah salah satu anggota pendiri untuk PERSILAT, dan salah satu negara yang terlibat secara langsung dan aktif untuk memastikan olahraga berhasil terorganisir dengan baik di seluruh dunia.

Singapore Silat Federation atau juga dikenal sebagai Persekutuan Silat Singapura (persisi) dibentuk pada tahun 1976 dan terdaftar dengan Registry of Societies (UEN Nomor S76SS0039A). Persisi telah berhasil terdaftar dan diperbaharui dengan Lembaga Karakter Umum (IPC000526) tahunan, dan menerima status Charity di bawah Amal Act sejak April 2011. Singapore Silat Federation juga bersertifikasi ISO 9001: 2008 dari Sertifikasi Wali Kemerdekaan sejak sertifikasi pertama pada bulan November 2009.

Saat ini ada 20 afiliasi dan 32 klub Silat yang aktif melakukan pelajaran Silat di Singapura, di seluruh pulau. Singapore Silat Federation merupakan badan utama untuk olahraga meliputi lingkup yang besar, seperti; pengelolaan kegiatan Silat, pembinaan, bakat-kepramukaan, koordinasi kompetisi di seluruh dunia, wasit teknis (Wasit / Juri, dan jasa Sekretariat), promosi budaya seni untuk lembaga pendidikan, perusahaan, dan masyarakat.


EPSF - European Pencak Silat Federation

EPSF - European Pencak Silat FederationEuropean Pencak Silat Federation (EPSF) adalah badan resmi untuk Pencak Silat di Eropa dan merupakan perwakilan PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa), badan dunia untuk Pencak Silat yang berbasis di Jakarta, Indonesia.

Pada tanggal 22 September 2001, Duta besar H.E. Bapak Abdul Irsan SH, Kedutaan Besar Republik Indonesia ke Belanda meresmikan EPSF di hadapan PERSILAT dan delegasi dari National Pencak Silat Federasi negara-negara anggota Eropa.

EPSF adalah badan koordinasi regional PERSILAT dan diatur oleh konstitusi PERSILAT. Selain itu, aturan dan peraturan untuk menjalankan internal EPSF yang ditetapkan dalam 'Standing Order' disetujui oleh PERSILAT dan negara-negara anggota Eropa.

Aturan lainnya:

Manfaat dan Nilai Positif Pencak Silat

Pencak Silat
Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah:
  • Kesehatan dan kebugaran;
  • Membangkitkan rasa percaya diri;
  • Melatih ketahanan mental;
  • Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
  • Membina sportifitas dan jiwa kesatria;
  • Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.

Manfaat Pencak Silat Ditinjau Dari Aspek Olahraga dan Kesehatan [Sumber]

Aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olahraga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.

Belajar silat mendatangkan manfaat yang besar, minimal untuk memelihara kesehatan dan kesegaran jasmani karena di dalamnya terdapat gerakan-gerakan olah tubuh yang sangat bermanfaat.

Sebagai salah satu cabang olahraga pada umumnya dan beladiri khususnya, beladiri silat merupakan rangkaian dari gerakan-gerakan badan menurut sistem dan metoda tertentu.

Telah kita ketahui bersama olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk memelihara kesehatan jasmani. Silat sebagai salah satu alat berolahragapun memiliki cara-cara khusus dalam membina kesehatan jasmani. Dengan melakukan teknik tertentu, selain gerakan pemanasan pada umumnya yang ada pada tiap cabang olahraga, silat melatih otot-otot. Demikian pula dengan cara tertentu, silat melatihmu menjadi lebih peka pendengaran dan lebih awas penglihatan, bila dibanding dengan cabang olah raga lain. Selanjutnya, dengan gerakan dan teknik-teknik tertentu pula kamu bisa melatih otot-otot leher serta persendiran tubuh.

Selain gerakan otot, dalam pencak silat seorang pesilat akn dilatih teknik pernafasan untuk menguatkan alat-alat dalam tubuh kita, termasuk bagaimana cara menambah kesehatan jantung dan paru-paru. Jadi, khusus bagi alat-alat tubuh kita bagian dalam, bukan hanya gerakan tubuh yang menguatkannya, melainkan (dan terutama sekali) latihan bernapas khusus yang baik. 



Membangkitkan Rasa Percaya Diri [sumber]

Pencak silat adalah suatu peluang yang baik mengarahkan anak untuk belajar bagaimana menjadi seperti idola mereka tentang cara menendang yang baik, memukul, menangkis, dan cara beretika seorang pesilat, yaitu pemberani dan mandiri.

Pencak silat adalah salah satu sarana yang bisa  digunakan  untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh, bukan hanya fisik tapi juga mental bahkan spiritual. Didalam pencak silat seorang anak dilatih untuk adu tanding/sambung, jurus, senam masal, asdower/fisik bahkan tidak hanya itu seorang anak juga akan dilatih tentang kepemimpinan dan spiritual.

Dalam latihan jurus dan senam anak dituntut untuk bisa yakin pada diri sendiri, anak tidak boleh  toleh/melirik kanan dan kiri untuk meniru gerakan dari temanya karena jika kebiasaan itu dibiarkan akan menjadi hal yang kurang baik bagi anak untuk itu terkadang ada hukuman terhadap anak yang melakukan kesalahan tersebut dengan tujuan mendidik.

Dengan begitu sorang anak akan mendapat  pelajaran yang berarti dimana anak akan berusaha tidak melakukan satu kesalahan yang sama dan selalu yakin dengan apa yang dilakukannya sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan. Selain senam dan jurus. Pelajaran  lainnya dalam pencak silat untuk menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri yaitu melalui adu tanding/sambung. 


Manfaat pencak silat dari segi psikologi pendidikan [Sumber]

Pencak/silat dipandang pada umumnya, bagian daripada olah-raga. Tetapi jika, ditinjau dalam-dalam, ada lebih dari itu. Pencak dan silat mengandung unsur yang baik untuk pembentukan karakter, juga memiliki pengaruh yang besar atas pembentukan budi pekerti. Pendidikan seorang anak pemuda belum sempurna, bila belum belajar pencak dan silat yang dipelajari dengan serampangan namun dengan syarat dan rukun-rukunnya. Dasar pendidikan pencak/silat adalah adat, adab, dan sopan.

Pencak adalah permainan tari yang berdasarkan pada kesigapan dan banyak gaya serta bunga pada langkahnya. Sedangkan silat adalah kepandaian menjaga diri dari serangan yang tidak terduga yang berdasar pada sigap dan tangkas, serta memperhatikan tiap gerak dan gerik lawan. Kesigapan dan ketangkasan serta langkah dan gaya pada silat tak banyak bunganya yang kesemuanya teratur rasionil.

Pencak dan silat adalah berbeda satu sama lain namun merupakan satu kesatuan, dimana yang satu untuk bermain dan yang satu untuk menjaga diri.

Pencak dan silat dipelajari bersamaan dimana yang satu menggenapkan yang lain. Selain memperluas budi pekerti, pencak dan silat menenemkan rasa percaya pada diri sendiri. Orang yang pandai pencak dan silat adalah berani.


Membina sportifitas dan jiwa kesatria [sumber]

Dari segi pribadi menguntungkan generasi muda. Karena dalam silat diajarkan tata krama berjiwa besar, berhati mulia dan berikap ksatria. Ada pesan perguruan yang harus dipikul oleh tiap anak sasian (murid), yaitu :

“Untuk memenangkan setiap perkelahian ialah dengan menghindarkan perkelahian itu.”

Jadi, tujuan utama memberikan bimbingan Seni Pencak Silat pada generasi muda, bukan hanya untuk bersilat secara fisik, tetapi lebih jauh dari itu. (Hendrik, 1977)

Aturan lainnya: